Selasa, 10 Juli 2012

Resep Tiwul Bisa Menjadi Pengganti Nasi

Tiwul merupakan makanan tradisional yang terbuat dari singkong atau ubi jalar disebut singkong. Singkong yang banyak dikonsumsi oleh orang dari daerah Pacitan, Wonogiri dan Gunungkidul Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal kampung. Ini tiwul walaupun masih di bawah kandungan nutrisi beras tapi cukup membantu sebagai pengganti beras untuk warga di ketiga wilayah. Dan tiwul juga dipercaya dapat mencegah penyakit maag. Dan saya sendiri sering merasa manfaatnya.


Cara membuat tiwul
memilih singkong manis bagus yang menghasilkan kualitas tiwul yang enak, juga, karena untuk bagaimana membuat adalah sebagai berikut:
A. Pilih singkong manis yang warda putis dan empuk 1-2 kg
2. Cuci dan kupas singkong yang akan di gunakan
3. pilih singkong yang ukuran besar biasanya lebih empuk
4. Panas di bawah sinar matahari sampai kering
5. Tumbuk manis singkong yang telah dikeringkan menjadi bubuk
6. Ayak tepung dan pilih yang lembut
7. Taruh dalam tampah, Tambahkan air yang cukup dan berkeliling sampai benjolan terbuat dari tepung kecil2
8. Jika kemudian hasil dikukus terbentuk sebelumnya dan tunggu sampai matang
9. Setelah matang angkat dan tiwul siap untuk dimakan dengan lauk
Tiwul hak istimewa pada manis dan gurih. Selain itu, dalam tiwul juga dirasakan aroma gula merah dicampur dengan parutan kelapa. Bentuknya terdiri dari gumpalan butiran kecil dan sedikit kenyal membuat makanan khas yang lezat dimakan. Sangat cocok disajikan saat masih hangat, dengan taburan kelapa parut.

Cara mengolah singkong menjadi tiwul cukup sederhana. Pertama-tama, ubi jalar dikupas dan kemudian dijemur sampai kering. Gaplek disebut singkong. Kemudian singkong kering dihaluskan menjadi tepung. Pada jaman dahulu, proses ini dilakukan secara sederhana dan tua. Singkong ditumbuk menggunakan lesung batu menjadi bubuk. Tapi sekarang ada mesin penggilingan khusus, sehingga lebih cepat dan lebih seragam kehalusan tepung. Tepung singkong - juga disebut tepung tapioka - kemudian diberikan campuran air dan gula, lalu aduk dalam tampah untuk membentuk tetesan kecil, seperti butir beras.

Lalu lakukan proses yang disebut "ditinting" dengan memutar tampah. menyaring proses adalah seperti sebutir beras. Butiran tiwul ditempatkan di dalam tampah, kemudian diayak dan melemparkannya ke dalam butiran kasar dan halus yang terpisah. Dibutuhkan keahlian khusus untuk melakukan proses ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar